Menikmati Proses. Meladeni Obsesi. Mengakrabi Tuhan.

Hidup dan Kecelakaan Tadi Sore

Posting Komentar
Bukan aku yang kecelakaan. Aku hanya berada di tempat kejadian, meski tidak menyaksikan. Ceritanya tadi sore, ketika sedang ngumpul dengan teman-teman penulis aku mendengar suara keras mengejutkan di sekitar tempat kami lesehan. Kami memang sedang mengadakan pertemuan outdoor, salah satu temanku segera panik ketika melihat ke sumber suara. Kami memang sudah menduga itu kecelakaan, tapi yang membuatnya panik adalah karena yang jadi korban kecelakaan tersebut ternyata seorang gadis sebaya kami.

Kami segera mendekat ke TKP, pertemuan pun bubar sementara. Orang-orang yang berada di sekitar sana pun segera berkumpul mendekat untuk mengetahui penyebab dan keadaan korban kecelakaan. Ternyata tabrakan tersebut terjadi antara seorang gadis dan seorang bapak-bapak sebaya. Pada awalnya si bapak-bapak tidak mengakui kalau ia yang salah jalan dan menabrak si gadis. Tapi si gadis terus menyanggah dan berkata, aku berada di jalan yang benar kok. Orang-orang yang berada di sana pun segera merunut kembali kronologis kecelakan, ternyata memang si bapak yang salah.

Akhirnya si bapak-bapak tersebut mengaku setelah digertak oleh bapak-bapak (yang sepertinya seorang polisi) yang kebetulan sedang bermain tenis di di sekitar situ. Mereka mengancam membawa bapak tersebut ke kantor polisi jika tidak mengaku. Namun tidak sampai di situ saja si bapak-bapak polisi kemudian curiga dan bertanya apakah si bapak-bapak penabrak habis minum alkohol. Ternyata benar. Pantas saja bisa salah jalan, orang jalannya lebar kok. Langsung saja bapak penabrak tersebut di bawa ke polsek yang kebetulan juga dekat dengan tempat kejadian.



www.jacksonvillepersonalinjurylawyerblog.com

Sedangkan si gadis yang kami dekati, wajahnya menangis sambil meringis. Kulihat kakinya luka dan berdarah. Segera kami sarankan dia menelepon keluarganya. Pada awalnya dia takut, nanti dimarahi katanya. Kami yakinkan bahwa tak apa-apa, karena  toh dia tidak salah. Ketika kutanya, apakah dia sedang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi tadi itu, tidak katanya. Kasihan, dia memang sedang sial rupanya.

Terkadang, hidup memang seperti kecelakan tadi sore. Meskipun kita sudah berhati-hati, kita tetap saja bisa jatuh karena kesalahan orang lain yang tidak berhati-hati atau bahkan mabuk seperti kejadian di atas. Oleh karena itu, selain memperhatikan “jalan” kita masing-masing kita juga sebaiknya perlu memperhatikan “jalan” orang lain di sekitar kita. Apakah mereka baik-baik saja atau ternyata sedang dalam keadaaan “mabuk” atau sedang tidak berhati-hati, sehingga berpotensi akan “menabrak” kita.

Kejadian ini mungkin sama saja analoginya dengan kejadian-kejadian berikut. Misalnya ketika seorang teman merasa bermasalah dengan kita dan kemudian memukul kita, maka yang akan dibawa ke ruang guru adalah kita berdua. Atau bahkan misalnya kita tidak tahu apa pun bahwa ternyata teman kita melakukan pencurian. Ketika teman tersebut tertangkap, maka kita juga dicurigai bersengkol dengannya. Atau bahkan kita tak pernah berteman dengan orang-orang jahat namun kita berada di tempat dan waktu yang salah seperti si gadis pada kecelakaan tersebut. Kita sedang berada di lokasi pembunuhan misalnya ketika pembunuhan itu terjadi, kita bisa saja menjadi tersangka atau bahkan terbunuh. Itu bisa saja terjadi.


Oleh karena itu sekali lagi, kita perlu melihat “jalan” orang-orang di sekitar kita, baik itu teman atau pu  keluarga. Jika ada yang membahayakan dirinya sendiri atau bahkan kita, tentu saja kita harus mengingatkan mereka. Kita juga berhak memilih hanya berteman dengan orang-orang baik jika khawatir keselamatan kita terancam bila melakukan “perjalanan” dengan orang-orang yang tidak suka “berhati-hati”. 
Rindang Yuliani
Hi, I'm Rindang Yuliani. I'm a writer, a civil servant, and living in Barabai, South Borneo. I love reading and I'm interested in travelling. My first book is Escape, Please!

Related Posts

Posting Komentar